MITOS DIBALIK KEHIDUPAN

Posted on Updated on

Di balik zaman yang semakin modern saat ini masih juga banyak yang percaya dengan mitos. Saya yakin sebagian diantara kamu sedikit banyaknya masih ada yang percaya dengan mitos, mitos tentang apapun itu. Mitos zaman sekarang seperti sebuah cerita yang tidak di dengar, tapi dilakukan. Bingung kan?! selengkapnya… Maksud tidak di dengar adalah terkadang kita tidak mempercayainya, tapi tanpa sengaja terkadang kita melakukan sesuatu hal berdasarkan mitos.

Percaya nggak percaya, saya yakin mitos di Indonesia masih terasa kental. Satu contoh, salah satu mitos dalam berpacaran adalah tidak boleh memberikan kado pada pacar yang berbentuk kain. Misalnya seperti baju, celana, atau sapu tangan. Karena kado tersebut dipercaya bisa menjadi boomerang yang menyebabkan hubungan tersebut tidak langgeng. Yup, itulah salah satu mitos pacaran yang masih dipercaya hingga saat ini. Kado yang tidak boleh diberikan sama pacar seperti itu mungkin kamu pernah mendengarnya, percaya nggak percaya kan?! Atau contoh lain seputar mitos ataupun pantangan yang tidak boleh dilakukan dalam kehidupan adalah tidak boleh kembali ketika kita sudah terlanjur bepergian. Sederhananya, ketika kita sudah terlanjur berangkat untuk bepergian dan ternyata ada salah satu barang kita yang tertinggal pantangan untuk kembali lagi ke rumah untuk menjemput barang yang tertinggal itu. Dan, masih banyak lagi mitos atau pantangan yang tidak boleh dilakukan dalam kehidupan ini.

Sebenarnya mitos adalah fenomena yang sangat menarik. Mengingat bahwa sebuah mitos yang tersimpan dalam otak kita sebagian besar dari orang tua kita sendiri, baik itu nenek, kakek, ibu, bapak, ataupun dari teman-teman kita sendiri.

Uniknya, meskipun tidak semua mitos bisa di maknai dengan logika, tapi bagi saya pribadi mitos justru memberikan sejumlah nilai positif yang sebenarnya masuk akal.

Misalnya, kenapa kita tidak boleh kembali ketika kita sudah bepergian? Karena ketika kita kembali, maka secara tidak langsung kita telah merusak tujuan utama yang sebenarnya ingin kita lakukan karena fikiran kita telah bercabang. Kenapa kita tidak boleh tidur di depan pintu? Karena memang biasanya pintu merupakan tempat yang sering dilewati bagi orang yang ingin masuk/keluar. Kenapa kita tidak boleh ‘menunjuk’ kuburan? Karena memang di kuburan tidak ada objek yang bisa dilihat/ditunjukkan (selain batu tumpukan tanah dan batu nisan). Dan masih banyak contoh lainnya yang menurut saya masuk akal.

Tapi bagaimana dengan mitos yang tidak masuk akal dan memang benar-benar tidak bisa di nilai dengan logika? Itu dia masalahnya, fenomena mitos selain menarik ternyata juga sulit untuk di maknai. Apapun mitos yang ada, semuanya tergantung dari masing-masing individu dan kepercayaannya. Saya jadi teringat seperti yang dikatakan oleh seorang teman saya, “Kita boleh mempercayai mitos, tapi jangan sampai kita terbelenggu oleh mitos. Karena kebanyakan mitos yang ada merupakan sebuah cara yang disampaikan oleh orang tua kita demi kebaikan kita semua”.

http://www.andyfebrian.com/fenomena-mitos-dalam-kehidupan/

About these ads

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s